Enikusuma's Blog

File System Pada Linux

Posted on: 23 September 2010

1. Linux Second Extended File System (Ext2FS)

Ext2 merupakan tipe file system yang paling tua yang masih ada. Pertama kali dikenalkan pada tahun 1993. Menyimpan data secara hirarki standar yang banyak digunakan oleh sistem operasi. Data tersimpan di dalam file, file tersimpan di dalam direktori. Sebuah direktori bisa mencakup file dan direktori lagi di dalamnya yang di sebut sub direktori.

Maksimum ukuran file yang didukung oleh ext2 adalah 2 Terabyte, dan volumenya bisa mencapai 4 Tb. Nama file bisa mencapai 255 karakter. Juga mendukung file system linux user, groups, dan permision (POSIX). Juga mendukung kompresi file.

Bagaimanapun juga ext2 memiliki kelemahan dalam hal, ketika shut down secara mendadak membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk recover. Untuk melakukan clean up file system, biasanya ext2 secara otomatis akan menjalankan utility e2fsck pada saar booting selanjutnya. Utility ini mencoba memperbaiki masalah yang kemungkinan terjadi ketika sistem di matikan secara mendadak.

Kehandalan Second Extended File System Ext2FS

  • Administrator sistem dapat memilih ukuran blok yang optimal (dari 1024 sampai 4096 bytes), tergantung dari panjang file rata-rata, saat membuat file sistem.
  • Administrator dapat memilih banyak inode dalam setiap partisi saat membuat file sistem.
  • Strategi update yang aman dapat meminimalisasi dari system crash.
  • Mendukung pengecekan kekonsistensian otomatis saat booting.
  • Mendukung file immutable (file yang tidak dapat dimodifikasi)dan append-only (file yang isinya hanya dapat ditambahkan pada akhir file tersebut).

2. Linux Third Extended File System (Ext3FS)

Merupakan pengembangan dari ext2.. Bahkan utility yang terdapat di ext2 juga terdapat di ext3. Ext3 menawarkan keunggulan yang menjadikannya lebih dibandingkan ext2 : journaling. Ingat pada kekurangan pada ext2 yang harus memeriksa seluruh file system jika ada masalah, maka pada ext3 ini tidak perlu dilakukan. Dengan menggunakan journaling, maka waktu recovery pada shutdown yang mendadak tidak akan selama pada ext2. Maka tidak salah kalau saat ini banyak distro linux menggunaka ext3 sebagai file system standarnya.

Kekurangannya, pada ext3 dengan menggunakan journaling maka membutuhkan memory yang lebih dan memperlambat operasi I/O. Bagaimanapun juga, karena dengan menggunakan ext3 melakukan pekerjaan yang meningkatkan integritas data dan melakukannya dengan cepat, kebanyakan sistem administrator lebih memilih ext3 dibanding ext2

Kelebihan Ext3 :

  • Optimasi waktu pengecekan jika terjadi kegagalan sumber daya, kerusakan sisem atau unclean shutdown. Setelah mengalami kegagalan sumber daya, unclean shutdown, atau kerusakan sistem, Ext2FS harus melalui proses pengecekan. Proses inidapat membuang waktu sehingga proses booting menjadi sangat lama, khususnya untuk disk besar yang mengandung banyak sekali data. Dalam proses ini, semua data tidak dapat diakses. Jurnal yang disediakan oleh EXT3 menyebabkan tidak perlu lagi dilakukan pengecekan data setelah kegagalan sistem. EXT3 hanya dicek bila ada kerusakan hardware seperti kerusakan hard disk, tetapi kejadian ini sangat jarang. Waktu yang diperlukan EXT3 file sistem setelah terjadi unclean shutdown tidak tergantung dari ukuran file sistem atau banyaknya file, tetapi tergantung dari besarnya jurnal yang digunakan untuk menjaga konsistensi. Besar jurnal default memerlukan waktu kira-kira sedetik untuk pulih, tergantung kecepatan hardware.
  • Integritas data dan kecepatan akses yang fleksibel.
    • Ext3FS menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan atau unclean shutdown.
    • Ext3FS memungkinkan kita memilih jenis dan tipe proteksi dari data.
  • Mudah melakukan migrasi dari Ex2FS.
    • Kita dapat berpindah dari EXT2 ke sistem EXT3 tanpa melakukan format ulang.
  • Cepat
    • Daripada menulis data lebih dari sekali, EXT3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada EXT2 karena EXT3 memaksimalkan pergerakan head hard disk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin.

3. Reiserfs

Reiserf adalah sebuah file system yang umum digunakan pada OS linux. Diperkenalkan pertama kali oleh sebuah tim yang dipelopori oleh Hans Reiser di Kernel linux edisi 2.4.1. file system ini adalah file yang pertama kali menggunakan sistem jurnal. Sistem ini adalah cara dimana pada saat komputer mati secara mendadak maka file system akan dicek dan di umaount dalam waktu singkat, dalam arti lain penataan ulang sebelum masuk ke file system utama.

Bisa dikatakan Reiserf adalah alternatif selain ext3, karena memiliki fungsi journaling. Tapi reiserfs memiliki secara keseluruhan berbeda dibanding ext2 dan ext3 dalam struktur internal. Reiserfs mendukung maksimum file hingga 8Tb dan maksimum volume 16 Tb. Bahkan dikatakan lebih cepat dibandingkan ext2 dan ext3. Kelebihan ini menjadikan distro Suse dan Linxpire menjadikannya sebagai file system standar yang digunakan. Reiserfs adalah default file system dari macam macam distro linux seperti Elive, Xandros, Yoper, Linspire, GoboLinux and Kurumin Linuxm juga Suse yang kemudian berpindah ke ext3 pada 12 oktober 2006.

Keunggulan dari file sytem ini adalah :

  • Lebih efisien dalam pemanfaatan ruang disk ( pengiritannya bisa sampai 6% – 7%)
  • Kinerja lebih tinggi untuk direltori yang banyak.
  • Mengurangi ruang harddisk yang terbuang percuma, tidak ada alokasi inode yang statik, file-file yang kecil dipaket bersama dengan file kecil yang lain.
  • Kinerja yang lebih tinggi untuk direktori yang banyak (contohnya direktori queue qmail dan web cache squid), bahkan jika dibandingkan dengan JFS yang lain.

Kekurangan yang ada pada filesystem reiserfs ini adalah belum sempurna jika dipasang di partisi / atau /boot (karena LILO – Linux Loader tidak sepenuhnya mendukung filesystem ini) dan yang kedua adalah belum mendukung sistem quota user. Jadi sementara terapkan reiserfs ini untuk partisi /usr, /var dan partisi lain yang tidak perlu feature quota user.

About these ads

2 Responses to "File System Pada Linux"

sy izin ngepost kembali artikel ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: